Archive Policy

JECART berkomitmen untuk menjaga akses jangka panjang terhadap semua publikasi ilmiah dalam bidang pendidikan, seni, dan budaya. Kami menyadari pentingnya pelestarian digital untuk memastikan bahwa karya intelektual penulis tetap tersedia bagi generasi mendatang.

Berikut adalah strategi pengarsipan yang diterapkan oleh JECART:

1. Sistem Pengarsipan Mandiri (Self-Archiving)

JECART mendorong penulis untuk melakukan pengarsipan mandiri terhadap versi artikel yang telah diterbitkan (Publisher's PDF). Penulis diperbolehkan untuk mengunggah artikel mereka ke:

  • Repositori institusi (kampus/lembaga penelitian).

  • Laman web pribadi atau profil akademik (seperti ResearchGate, Academia.edu, atau profil LinkedIn).

  • Media sosial ilmiah lainnya.

  • Syarat: Penulis harus mencantumkan atribusi yang jelas bahwa artikel tersebut pertama kali diterbitkan di JECART dengan menyertakan tautan DOI (Digital Object Identifier).

2. Pengarsipan Digital Nasional & Internasional

JECART secara berkala mengirimkan data metadata dan naskah lengkap ke sistem pengarsipan berikut:

  • Indonesiana (Perpustakaan Nasional RI): Mengikuti regulasi nasional mengenai serah simpan karya cetak dan karya rekam (Undang-Undang No. 13 Tahun 2018).

  • Garuda (Garba Rujukan Digital): Sebagai bagian dari indeksasi nasional yang dikelola oleh Kemendikbudristek.

  • OneSearch by Perpusnas: Untuk integrasi data perpustakaan di seluruh Indonesia.

3. Open Journal Systems (OJS) Archiving

JECART memanfaatkan fitur pengarsipan internal pada platform OJS melalui:

  • LOCKSS (Lots of Copies Keep Stuff Safe): Sebuah sistem berbasis komunitas yang memungkinkan perpustakaan mitra untuk mengumpulkan, melestarikan, dan menyajikan salinan konten jurnal secara terdistribusi.

  • CLOCKSS (Controlled Lots of Copies Keep Stuff Safe): Jaringan arsip digital yang memastikan konten jurnal tetap aman dan dapat diakses jika jurnal tidak lagi beroperasi.

4. Kebijakan Keamanan Data (Data Security)

  • Pencadangan Berkala: Pengelola JECART melakukan pencadangan (backup) basis data secara rutin (mingguan) pada server yang berbeda untuk mencegah kehilangan data akibat kegagalan perangkat keras atau serangan siber.

  • DOI (Digital Object Identifier): Setiap artikel yang diterbitkan akan memiliki nomor DOI unik yang dikelola melalui Crossref. DOI memastikan bahwa artikel tetap dapat ditemukan melalui tautan permanen meskipun alamat URL website jurnal berubah.