REPRESENTASI URBANISME DALAM CERPEN WAKTU NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU: KAJIAN LINGUISTIK SOSIOKULTURAL

Authors

  • Ahmad Bustami Alghony Universitas Islam Malang Author
  • Moh Tabarok Universitas Islam Malang Author

Keywords:

Urbanisme, Linguistik Sosiokultural, Representasi, Kota dan Budaya

Abstract

Urbanisme telah menjadi tema dominan dalam karya sastra yang mencerminkan perubahan sosial dan budaya dalam kehidupan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi urbanisme dalam cerpen Waktu Nayla karya Djenar Maesa Ayu melalui pendekatan linguistik sosiokultural. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana elemen linguistik—diksi, struktur narasi, dan simbolisme—merepresentasikan dinamika kehidupan urban, termasuk alienasi individu, stratifikasi sosial, dan konflik nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini menggambarkan urbanisme melalui isolasi psikologis individu, ketimpangan sosial yang mencolok, serta ketegangan antara nilai tradisional dan modern. Penggunaan bahasa yang simbolis dan kuat memperkaya narasi dan menawarkan kritik mendalam terhadap dampak urbanisme pada masyarakat perkotaan Indonesia. Temuan ini menekankan peran sastra sebagai medium untuk merefleksikan dan mengkritisi realitas sosial, khususnya kompleksitas kehidupan perkotaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian linguistik sosiokultural, urbanisme, dan sastra Indonesia, dengan menyoroti bagaimana bahasa dalam karya sastra menjadi alat untuk memahami dan merespons perubahan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alsemeiri, I. M., & Nordin, M. Z. F. (2023). The Intricate Nature of Kināyah and Its Interaction with Other English Figures of Speech. GEMA Online Journal of Language Studies, 23(4), 95–114. https://doi.org/10.17576/gema-2023-2304-06

Browne, L., Ayihounton, I. F., & Druetz, T. (2024). Nego-feminism as a strategy to improve access to abortion in sub-saharan Africa. In Reproductive health (Vol. 21, Issue 1, p. 175). https://doi.org/10.1186/s12978-024-01914-x

Dewi, T. K. S. (2013). Arok Dedes dan Pararaton: Transformasi Dan Dinamika Sastra dalam Wacana Globalisasi Sastra. ATAVISME, 16(1), 119–128. https://doi.org/10.24257/atavisme.v16i1.87.119-128

Fauzi, R. R., & Sakinah, M. N. (2024). Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Pada Antologi The Drop That Became The Sea Karya Yunus Emre. ALINEA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran, 4(1), 123–134. http://ejournal.baleliterasi.org/index.php/alinea

Ichsan, Y., & Hanafiah, Y. (2020). Mistisme dan Transendensi Sosio-kultural Islam di Masyarakat Pesisir Pantai Parangkusumo Yogyakarta. Sosial Dan Budaya, 5(1), 21–36. https://doi.org/10.25217/jf.v5i1.856

Isnendes, R. (2023). Material artifacts of Sundanese looms with hypogram on the figure of Nyai Pohaci in carita pantun Lutung Kasarung. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 12(3), 752–764. https://doi.org/10.17509/ijal.v12i3.47942

Koswara, D., & Hermawan, B. (2021). A semiotic analysis of toponymy in classic Sundanese literary texts. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 10(3), 615–627. https://doi.org/10.17509/ijal.v10i3.31743

Kvaka, A., Murnen, S. K., Nolen, E., & Myers, T. A. (2024). Feminism, Femininity, and Negative Embodiment: A Contemporary Meta-Analytic Test. Sex Roles. https://doi.org/10.1007/s11199-024-01529-3

Lahm, S. (2023). ‘I miss when my problems were about nothing’: Millennial angst, neoliberal feminism, and paratexts in Search Party (2016–2022). Critical Studies in Television. https://doi.org/10.1177/17496020231209862

Nafi’ah, W., & Khusyairi, J. A. (2023). Makna Terhadap Mitos Relasi Manusia dan Tumbuhan dalam Manuskrip Lontar Juwarsah: Kajian Semiotika Roland Barthes. ATAVISME, 26(1), 39–53. https://doi.org/10.24257/atavisme.v26i1.860.39-53

Purwantini. (2016). Urbanisme, Urbanisasi, dan Masyarakat Urban di Jakarta dalam Novel Senja di Jakarta. ATAVISME, 19(2), 162–175. https://doi.org/https://doi.org/10.24257/atavisme.v19i2.192.162-175

Samnick, Y., & Michelis, I. (2024). Talking back to white Italy: unpacking the knot of racism, colonialism and feminism from the perspective of Black asylum-seeking and refugee women. Comparative Migration Studies, 12(1). https://doi.org/10.1186/s40878-024-00402-2

Saputra, A. W. (2018). SATWIKA: Jurnal Kajian Budaya dan Perubahan Sosial Mistisisme dalam Pemilin Kematian. 2(2). http://ejournal.umm.ac.id/index.php/JICC

Sriyono, S. (2014). Kearifan Lokal Dalam Sastra Lisan Suku Moy Papua. ATAVISME, 17(1), 55–69. https://doi.org/10.24257/atavisme.v17i1.19.55-69

Downloads

Published

2026-04-23 — Updated on 2026-04-23

How to Cite

REPRESENTASI URBANISME DALAM CERPEN WAKTU NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU: KAJIAN LINGUISTIK SOSIOKULTURAL. (2026). JECART: Journal Education, Culture, and Art, 1(1), 1-11. https://journal.educationcendekia.com/index.php/jecart/article/view/3