Vol. 1 No. 2 (2026): MENYIBAK MAKNA: SASTRA, BUDAYA, SENI, DAN PENDIDIKAN DALAM DINAMIKA ZAMAN

					View Vol. 1 No. 2 (2026): MENYIBAK MAKNA: SASTRA, BUDAYA, SENI, DAN PENDIDIKAN DALAM DINAMIKA ZAMAN

Menyibak Makna: Sastra, Budaya, Seni, dan Pendidikan dalam Dinamika Zaman merupakan tema yang merefleksikan keberagaman kajian dalam JECART: Journal Education, Culture, and Art Vol. 1 No. 2 Tahun 2026. Edisi ini menghadirkan berbagai penelitian yang menempatkan sastra, budaya, seni, dan pendidikan sebagai ruang untuk memahami manusia serta perubahan sosial yang berlangsung dalam kehidupan kontemporer.

Melalui beragam objek dan pendekatan, artikel-artikel dalam edisi ini mengungkap makna yang terkandung dalam karya sastra, cerita rakyat, pertunjukan tradisional, film, musik, praktik pendidikan, hingga budaya populer digital. Kajian terhadap Inside Out 2, misalnya, memperlihatkan bagaimana karya audiovisual dapat menjadi ruang untuk memahami konflik emosi, pengalaman personal, dan kehidupan sosial. Sementara itu, kajian ludruk Sogol Pendekar Sumur Gemuling dan cerita rakyat Panji Saputra Kawin menunjukkan bagaimana tradisi lisan dan folklor menyimpan struktur naratif sekaligus merefleksikan nilai, persoalan, dan kehidupan masyarakat.

Pada ranah pendidikan, edisi ini memperlihatkan bahwa pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan proses perkembangan literasi, kreativitas, dan pengalaman belajar peserta didik. Kajian mengenai metode Kumon menyoroti proses fasilitasi literasi awal anak prasekolah, sedangkan penelitian mengenai bubble map dan Project-Based Learning menunjukkan potensi strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi.

Di sisi lain, dinamika budaya kontemporer juga menjadi perhatian penting. Kajian mengenai “kalcer” memperlihatkan bagaimana generasi Z memproduksi dan menegosiasikan identitas melalui fesyen, musik, bahasa, dan perilaku digital, sekaligus mempertemukan pengaruh budaya global dengan ekspresi lokal. Sementara kajian terhadap lirik lagu makabres menunjukkan bagaimana seni musik dapat menjadi medium untuk membicarakan persoalan gender, relasi kuasa, moralitas, dan kritik terhadap struktur sosial.

Dengan demikian, “Menyibak Makna” menjadi sebuah ajakan untuk melihat bahwa sastra, budaya, seni, dan pendidikan bukanlah bidang yang berdiri sendiri. Keempatnya saling berkelindan dalam membentuk cara manusia memahami dirinya, masyarakat, identitas, nilai, dan perubahan zaman. Melalui perspektif yang beragam, edisi ini berupaya membuka lapisan-lapisan makna di balik teks, praktik budaya, karya seni, dan proses pendidikan, sekaligus menunjukkan relevansinya terhadap persoalan kehidupan kontemporer.

Published: 2026-08-25

Articles